Callsign Kita Hanya Untuk Kita Atau Juga Untuk Stasiun Kita ?

Coba kita amati kartu Izin Amatir Radio yang kita miliki. Pada bagian sebelah kanan terdapat tulisan “Callsign” yang diikuti sebuah kombinasi huruf dan angka yang sangat khas bagi. Contoh milik penulis tertulis “Callsign YD4IRS”. Selain itu juga tertera nama seseorang, dalam contoh ini adalah nama penulis yaitu “Robby Sandes”. Kartu itu juga memuat alamat dan masa berlaku. Beberapa orang berpendapat bahwa YD4IRS hanyalah untuk Robby Sandes artinya hanya kepada personnya saja. Namun apakah benar pendapat orang tersebut? Mari kita lihat pada peraturan yang mengatur hal tersebut.

Penyelenggaraan Amatir Radio diatur dalam beberapa peraturan, namun secara rinci diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi Dan Informatika Nomor 33/PER/M.KOMINFO/OB/2009 Tentang Penyelenggaraan Amatir Radio (Permen). Untuk menjawab pertanyaan di atas tidaklah sulit, kita hanya perlu membaca permen tersebut dengan teliti secara utuh. Untuk lebih mudahnya mari kita ambil pasal-pasal yang mengatur tentang Izin Amatir Radio.

Amatir Radio adalah setiap orang yang memiliki hobi dan bakat dibidang teknik elektronika radio dan komunikasi tanpa maksud komersial. (Pasal 1 ayat 5)

Stasiun radio adalah satu atau beberapa perangkat pemancar atau perangkat penerima atau gabungan dari perangkat pemahcar dan penerima termasuk alat perlengkapan yang diperlukan di satu lokasi untuk menyelenggarakan komunikasi
radio. (Pasal 1 ayat 6)

Stasiun Radio Amatir adalah stasiun radio yang dioperasikan untuk menyelenggarakan kegiatan amatir radio. (Pasal 1 ayat 7)

Perangkat Radio Amatir adalah sekelompok alat telekomunikasi yang memungkinkan penyelenggaraan kegiatan amatir radio. (Pasal 1 ayat 8)

lzin Amatir Radio yang selanjutnya disebut IAR adalah hak untuk mendirikan, memiliki, mengoperasikan stasiun amatir radio dan menggunakan frekuensi radio pada alokasi yang telah ditentukan untuk amatir radio di lndonesia. (Pasal 1 ayat 10)

Stasiun Tetap adalah suatu stasiun radio amatir yang hanya dapat dioperasikan pada lokasi tetap tertentu. (Pasal 1 ayat 15)

Stasiun Bergerak adalah suatu stasiun radio amatir yang dapat dioperasikan dalam keadaan bergerak. (Pasal 1 ayat 16)

Tanda Panggilan (callsign) adalah identifikasi bagi amatir radio/stasiun radio amatir. (Pasal 1 ayat 17)

Amatir radio hanya diizinkan memiliki 1 (satu) lAR. (Pasal 5 ayat 5)

Setiap Amatir Radio wajib menggunakan alat dan perangkat amatir radio yang telah memenuhi persyaratan teknis dan mendapat sertifikat dari Direktorat Jenderal. (Pasal 8 ayat 1)

Setiap amatir radio wajib memasang papan/stiker tanda panggilan (callsign) pemilik IAR di tempat lokasi stasiun radio amatir, baik stasiun tetap maupun bergerak. (Pasal 8 ayat 2)

Pemilik IAR wajib menjamin pancaran yang dilakukan melalui perangkat pemancarnya tidak melebihi batas-batas pita frekuensi radio untuk Dinas Amatir sebagaimana tercantum dalam Lampiran X dan ketentuan teknis dalam Peraturan Menteri ini. (Pasal 34)

Amatir Radio diperbolehkan untuk mendirikan dan mempergunakan setiap jenis sistem antena yang diperlukan dengan memperhatikan keamanan dan keserasian lingkungan sekitarnya. (Pasal 40 ayat 1)

Bagi Amatir Radio yang mendirikan stasiun Radio Amatir di sekitar stasiun radio pantai/bandar udara wajib memperhatikan ketentuan-ketentuan khusus yang ditetapkan oleh yang berwenang dalam keselamatan pelayaran/penerbangan. (Pasal 40 ayat 2)

Untuk mendirikan sistem antena di dalam wilayah stasiun radio pantai/bandar udara hanya boleh dilakukan dengan seizin pejabat yang berwenang. (Pasal 40 ayat 3)

Stasiun Radio Amatir dengan seizin pemiliknya dapat digunakan oleh Amatir Radio lainnya dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku sesuai IAR yang dimilikinya. (Pasal 44)

Setiap stasiun Radio Amatir harus dapat dikenari dari tanda panggilan (callsign) yang setiap kali harus dipancarkan dalam interval pendek. (Pasal 45 ayat 1)

Pemancaran tanda panggilan (callsign) sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilakukan paling sedikit setiap 3 (tiga) menit sekali, dengan menggunakan ejaan abjad dan angka yang telah dibakukan secara internasional. (Pasal 45 ayat 2)